Rabu, 12 Oktober 2011

Perkembangan Islam di Amerika dan Dunia.

Sejumlah data yang dikomposisikan oleh Demented Vision (2007), dari sebuah observasi di Amerika Serikat tentang perkembangan jumlah pemeluk agama-agama dunia menarik untuk dicermati. Dari data observasi itu, terdapat angka-angka yang menunjukkan perbandingan pertumbuhan penganut Islam dan Kristen di dunia.

Lembaga itu mencatat, pada tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%. 80 tahun kemudian (1980), angka itu berubah. Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi.
Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu berubah lagi tapi terjadi perbedaan yang menarik. Kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%.
Pada tahun 2025, angka itu diproyeksikan akan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%) mengejar jumlah penganut Kristen.
Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% pertahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% pertahun. 17 tahun lagi dari sekarang, bila pertumbuhan Islam itu konstan, dari angka kelahiran dan yang masuk Islam di berbagai negara, berarti prediksi itu benar, Islam akan menjadi agama nomor satu terbanyak pemeluknya di dunia, menggeser Kristen menjadi kedua.
World Almanac and Book of Fact, #1 New York Times Bestseller, mencatat jumlah total umat Islam sedunia tahun 2004 adalah 1,2 milyar lebih (1.226.403.000), tahun 2007 sudah mencapai 1,5 milyar lebih (1.522.813.123 jiwa). Ini berarti, dalam 3 tahun, kaum Muslim mengalami penambahan jumlah sekitar 300 juta orang (sama dengan jumlah umat Islam yang ada di kawasan Asia Tenggara).

Selasa, 11 Oktober 2011

Sejarah Peradaban Islam

Istilah “peradaban Islam” merupakan terjemahan dari kata Arab, yaitu al-Hadharah al-Islamiyyah. Istilah Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan “kebudayaan Islam”. Padahal, istilah kebudayaan dalam bahasa arab adalah al-Tsaqafah. Di Indonesia, sebagaimana juga di Arab dan Barat, masih banyak orang yang mensinonimkan dua kata : “kebudayaan” (Arab/al-tsaqafah dan culture/Inggris) dengan “peradaban” (civilization/Inggris dan al-hadharah/Arab) sebagai istilah baku kebudayaan. Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang, kedua istilah itu dibedakan. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan, manifestasi-manifestasi kemajuan tekhnis dan teknologis lebih berkaitan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih banyak di reflesikan dalam seni, sastra

Minggu, 02 Oktober 2011

RUGI KALO GAK BACA NOTE INI..!!!

Untukmu Ukhti Muslimah…


Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang menyuruhmu untuk berjilbab?

Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada gemerlapnya dunia?
gemilaunya harta?
atau pada ketampanan seorang pria?
walaupun kau harus membuka hijabmu
demi mendapat semua yang kau inginkan,
maka kehinaan yang kau dapatkan!


Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang munyuruhmu untuk berhijab?

Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada kemuliaan jiwa?
kepada keridhaan sang pencipta?
atau mulianya menjadi bidadari surga?
walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima
demi menjaga hijab yang telah disyariatkan oleh agama,
maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan!

Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia!
jika hijabmu harus terlepas karenanya

Katakan TIDAK pada kemilaunya harta!
jika hijabmu harus menjadi tebusannya

karena hijabmu,
adalah benteng kemuliaan dirimu

bahwasannya yang menyuruhmu untuk berjilbab
yang menyuruhmu untuk berbusana muslimah
yang menyuruhmu ialah Allah dan Rasul-NYa
dan konsekwensi kita sebagai seorang muslim maupun muslimah
wajib untuk taat pada Allah Ta’ala
karena Allah yang menciptakan kita
Allah yang memberikan rizki pada kita
Allah yang memberikan segalanya kepada kita
Al-Qur’an menyuruh kita untuk berhijab
Allah yang menciptakan kita yang menyuruh kita untuk berjilbab!

Hidayah, kita yang cari

Sungguh suatu anugerah yg sangat besar tatkala Allah menghidayahkn kepada kita jalan yang benar dan lurus dalam memahami dan merealisasikan AlQuran dn asSUNNAH mengikuti pemahaman dan perealisasian para sahabat, tabiin dan tabiut tabiin, merekalah 3 generasi trbaik umat ini. Maka salah satu upaya kita untuk menjaga hidayah ini agar tetap hidup dalam hati, ucapan dan perilaju kita adlah dgn bayak menuntut ilmu dr para ulama pewaris mereka serta merealisasikan semua apa yg tlah kita dpatkan. Shingga kita berharap termasuk kedalam sabda Nabi saw "Barangsiapa yg Allah kehendaki kebaikannya maka Dia fahamkan agama ini untuknya".Aamiin.

Melangkah bersama Salafush Shaleh : "Untaian Nase

Nasehat kadang pahit dan getir. Namun ketulusan menerima membuahkan rasa manis. Fudhail bin Iyadh berkata,"Wahai orang yang sengsara, kamu orang jahat tetapi menganggap dirimu baik.Kamu orang yang bodoh tetapi menganggap dirimu pintar.Kamu tolol tetapi menganggap dirimu cerdik.Umurmu pendek tapi angan-anganmu panjang."Imam Adz-dzhabi menambahkan,"Demi Allah,apa yang beliau katakan.Kita ini dzalim,tetapi justru merasa didzalimi.Tukang memakan yang haram tetapi merasa diri kita orang suci.Fasik tetapi merasa diri kita shalih.Mencari ilmu untuk mengejar dunia,tetapi mencarinya karena Allah semata."(Siyaaru A'lamu Nubala')